Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang
terdiri dari order sekuens dari simbol,
atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi
dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda,
atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang.
Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para
konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan
yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah
ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum
berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan,
negentropy, Persepsi,
Stimulus,
komunikasi,
kebenaran,
representasi, dan rangsangan mental.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang
peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima
melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari
berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta
seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi
adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini
memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari
pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Informasi adalah data yang telah diberi
makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal
dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data
yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi,
sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks
sehingga menjadi punya makna dan manfaat.
Teori Pemrosesan Informasi
Asumsi yang mendasari teori ini adalah
bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan.
Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.
Berdasarkan temuan riset
linguistik, psikologi, antropologi dan ilmu
komputer, dikembangkan model berpikir. Pusat
kajiannya pada proses belajar dan menggambarkan
cara individu memanipulasi simbol dan
memproses informasi. Model belajar pemrosesan informasi Anita E.
Woolfolk (Parkay & Stanford, 1992) disajikan melalui skema yang
dikutip berikut ini.
Model belajar pemrosesan
informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing,
karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf
struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register:
informasi masuk ke sistem melalui sensory register,
tetapi hanya disimpan untuk periode waktu
terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi
masuk ke working memory yang digabungkan dengan
informasi di long-term memory.
2) Working memory: pengerjaan atau
operasi informasi berlangsung di working memory, dan di
sini berlangsung berpikir yang sadar.
Kelemahan working memory sangat terbatas
kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi
secara serempak.
3) Long-term memory,
yang secara potensial tidak terbatas
kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang
sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah
betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di
dalamnya.
Diasumsikan, ketika
individu belajar, di dalam dirinya
berlangsung proses kendali atau pemantau bekerjanya sistem
yang berupa prosedur strategi mengingat, untuk menyimpan
informasi ke dalam long-term
memory (materi memory atau ingatan) dan strategi
umum pemecahan masalah (materi kreativitas).
Dalam mengartikan penyampaian informasi
dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut dengan media pengantar,
desain pesan, serta kemampuan sensorik. Media pengantar mengacu pada
sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, misalnya media berbasiskan
media cetakan atau media berbasiskan komputer. Desain pesan mengacu pada bentuk
yang digunakan untuk menyajikan informasi, misalnya pemakaian animasi
atau teks audio. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur pemrosesan informasi
yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh, seperti proses
penerimaan informasi visual atau auditorial. Sebagai contoh, suatu paparan
tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui
teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang
berbeda), dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kombinasi kata-kata dan gambar
(dua desain pesan yang berbeda), atau dalam bentuk kata-kata tertulis atau
lisan (dua sensorik yang berbeda). Sebenarnya istilah desan pesan mengacu pada
proses manipulasi, atau rencana manipulasi dari sebuah pola tanda yang
memungkinkan untuk mengkondisi pemerolehan informasi. Penelitian telah
menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia
instruksional mempengaruhi kualitas performansi (Pranata, 2004). Beberapa teori
yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah
teori pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan
ganda. Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang
terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas
memori kerja visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif
menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas.
Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat
multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi
pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang
berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan Temuan-temuan penelitian
(Pranata, 2004) telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding
theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu
pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi
verbal (atau memori kerja verbal); kedua memori kerja tersebut memiliki
kapasitas yang terbatas untuk memroses informasi yang masuk. Hal terpenting
yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa
kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi
pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia.
Beberapa model telah dikembangkan di
antaranya oleh Gagne (1984), Gage dan Berliner (1988) serta Lefrancois, yang
terdiri atas tiga macam ingatan yaitu: sensory memory atau Ingatan Inderawi
(II), Ingatan Jangka Pendek (IJPd) atau short-term/working memory, Ingatan
Jangka Panjang (IJPj) atau long-term memory. Berdasar ketiga model tersebut
dapat dikembangkan diagram pemrosesan informasi berikut ini:
INGATAN JANGKA PANJANG (IJPj)
Ingatan Inderawi (II)
Sebagaimana terlihat pada diagram di atas,
suatu masukan/informasi yang terdapat pada stimulus atau rangsangan dari luar
akan diterima manusia melalui panca inderanya. Informasi tersebut menurut
Lefrancois akan tersimpan di dalam ingatan selama tidak lebih dari satu detik
saja. Ingatan tersebut akan hilang lagi tanpa disadari dan akan diganti dengan
informasi lainnya. Ingatan sekilas atau sekelebat yang didapat melalui panca
indera ini biasanya disebut ’sensory memory’ atau ‘ingatan inderawi’. Berdasar
pada apa yang dipaparkan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa, seperti yang
telah sering dialami para guru dan telah dinyatakan dua orang siswa di bagian
awal tulisan ini, pesan atau keterangan yang disampaikan seorang guru dapat
hilang seluruhnya dari ingatan para siswa jika pesan atau keterangan tersebut terkategori
sebagai ingatan inderawi. Alasanya, seperti sudah dipaparkan tadi, Ingatan
Inderawi hanya dapat bertahan di dalam pikiran manusia selama tidak lebih dari
satu detik saja. Pertanyaan penting yang dapat dimunculkan adalah: Bagaimana
caranya agar informasi atau keterangan seorang guru tidak akan hilang begitu
saja dari ingatan siswa?
Ingatan Jangka Pendek (IJPd)
Suatu informasi baru yang mendapat perhatian
siswa, tentunya akan berbeda dari informasi yang tidak mendapatkan perhatian
dari mereka. Suatu informasi baru yang mendapat perhatian seorang siswa lalu
terkategori sebagai IJPd sebagaimana dinyatakan Gage dan Berliner (1988, p.285)
berikut: “When we pay attention to a stimulus, the informations represented by
that stimulus goes into short-term memory or working memory.” Jelaslah bahwa
IJPd adalah setiap Ingatan Inderawi yang stimulusnya mendapat perhatian dari
seseorang. Dengan kata lain, IJPd tidak akan terbentuk di dalam otak siswa
tanpa adanya perhatian dari siswa terhadap informasi tersebut. IJPd ini menurut
Lefrancois dapat bertahan relatif jauh lebih lama lagi, yaitu sekitar 20 detik.
Sebagai akibatnya, pengetahuan tentang perbedaan antara kedua ingatan ini lalu
menjadi sangat penting untuk diketahui para guru dan diharapkan akan dapat dimanfaatkan
selama proses pembelajaran di kelasnya. Sekali lagi, perhatian para siswa
terhadap informasi atau masukan dari para guru akan sangat menentukan diterima
tidaknya suatu informasi yang disampaikan para guru tersebut. Karenanya, untuk
menarik perhatian para siswa terhadap bahan yang disajikan, di samping selalu
memotivasi siswanya, seorang guru pada saat yang tepat sudah seharusnya
mengucapkan kalimat seperti: “Anak-anak, bagian ini sangat penting.”
Tidak hanya itu, aksi diam seorang guru ketika siswanya ribut, mencatat hal dan
contoh penting di papan tulis, memberi kotak ataupun garis bawah dengan kapur
warna untuk materi essensial, menyesuaikan intonasi suara dengan materi,
memukul rotan ke meja, sampai menjewer telinga merupakan usaha-usaha yang patut
dihargai dari seorang guru selama proses pembelajaran untuk menarik perhatian
siswanya. Namun hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana menumbuhkan
kemauan dan motivasi dari dalam diri siswa sendiri, sehingga para siswa akan
mau belajar dan memperhatikan para gurunya selama proses pembelajaran sedang
berlangsung.
Ingatan Jangka Panjang (IJPj)
Mengapa Ibukota Indonesia jauh lebih mudah
diingat daripada Ibukota Negeria? Untuk menjawabnya, perlu disadari adanya
suatu kenyataan bahwa Jakarta jauh lebih sering disebut dan didengar namanya
daripada Lagos; misalnya dari buku, pembicaraan, televisi, ataupun koran.
Karenanya, Jakarta sebagai Ibukota Indonesia kemungkinan besar sudah tersimpan
di dalam IJPj. Informasi yang sudah tersimpan di dalam IJPj ini sulit untuk
hilang, sehingga Jakarta dapat diingat dengan mudah. Jelaslah bahwa IJPj adalah
IJPD yang mendapat pengulangan. Kata lainnya IJPj tidak akan terbentuk tanpa
adanya pengulangan. Dapatlah disimpulkan sekarang bahwa pengulangan merupakan
kata kunci dalam proses pembelajaran. Karenanya, latihan selama di kelas atau
di rumah merupakan kata kunci yang akan sangat menentukan keberhasilan atau
ketidak berhasilan suatu pengetahuan yang diingat dalam jangka waktu yang lama.
Itulah sebabnya, ada guru berpengalaman yang menyatakan kepada siswanya bahwa
akan jauh lebih baik untuk belajar 6 × 10 menit daripada 1 × 60 menit. Selain
pengulangan atau latihan, beberapa hal penting yang harus diperhatikan Bapak
dan Ibu Guru agar suatu pengetahuan dapat diingat siswa dengan mudah adalah:
1. Sesuatu yang sudah dipahami akan
lebih mudah diingat siswa daripada sesuatu yang tidak dipahaminya. Contohnya,
proses untuk mengingat bilangan 17.081.945 akan jauh lebih mudah daripada
proses mengingat bilangan 51.408.791 karena bilangan pertama sudah dikenal para
siswa, apalagi jika dikaitkan dengan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945
yang dapat ditulis menjadi 17–08–1945.
2. Hal-hal yang sudah terorganisir
dengan baik akan jauh lebih mudah diingat siswa daripada hal-hal yang belum
terorganisir. Contohnya, mengingat susunan bilangan 4, 49, 1, 16, 9, 36, dan 25
akan jauh lebih sulit daripada mengingat bilangan berikut yang sudah
terorganisir dengan baik: 1, 4, 9, 16, 25, 36, dan 49.
3. Sesuatu yang menarik perhatian siswa
akan lebih mudah diingat daripada sesuatu yang tidak menarik hatinya. Acara
televisi yang menarik perhatian para siswa akan memungkinkan para siswa untuk
duduk berjam-jam di depan TV dan jalan ceritanya akan mampu mereka ingat dengan
mudah. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi juga, yaitu suatu proses
pembelajaran yang tidak menarik perhatian mereka dapat menjadi beban bagi siswa
dan tentunya juga bagi para guru.
DAFTAR
PUSTAKA :
Pranata, Moeljadi. (2004). Efek
Redudansi: Desain Pesan Multimedia dan Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal
Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 6, No. 2 Juli 2004.

bisakah anda mencontohkan hal yang serupa dengan pernyataan berikutnamun berkenaan dengan kimia :
BalasHapusSesuatu yang sudah dipahami akan lebih mudah diingat siswa daripada sesuatu yang tidak dipahaminya. Contohnya, proses untuk mengingat bilangan 17.081.945 akan jauh lebih mudah daripada proses mengingat bilangan 51.408.791 karena bilangan pertama sudah dikenal para siswa, apalagi jika dikaitkan dengan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 yang dapat ditulis menjadi 17–08–1945.
dalam kimia misalnya untuk mengingat unsur dalam tabel periodik berdasarkan golongan. golongan 1A (alkali). LiNa Kangen Robi Cs Frandi (Litium, Natrium, Kalium, Rubidium, Cesium, dan Fransium)
HapusBagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang berbeda)?
BalasHapusDapat menggunakan berbagai aplikasi seperti ppt atau sejenisnya.
Hapusapakah hnya ppt media yang cocok ?
Hapusbagaimana memaksimalkan memori kerja yang memiliki kapasitas yang terbatas untuk memproses informasi yang masuk?
BalasHapusbelajar, konsentrasi dll
Hapussedikit menambahkan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
sedikit menambahkan Kelebihan teori pemrosesan informasi
BalasHapusDengan menerapkan teori pemprosesan informasi akan membantu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berfikir. Sehingga peserta didik akan didorong untuk berfikir di dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik akan berusaha untuk mengaitkan proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan.
Guru dan pendidik di tuntut untuk kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik dapat menerima materi dengan baik, sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Kelemahan teori pemrosesan informasi
Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.
Tambahan
BalasHapusRobert Gagne seorang ahli psikologi pendidikan mengembangkan teori belajar yang mencapai kulminasinya (titik uncak) pada “The Condition of Learning”. Banyak gagasan Gagne tentang teori belajar, seperti belajar konsep dan model pemrosesan informasi, pada bukunya “The Condition of Learning” mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth.
Dalam bukunya Robert M. Gagne disebutkan bahwa : A very special kind of intellectual skill, of particular in probelem solving, is called a cognitive strategy. In term of modern learning theory, a cognitive strategy is a control process . An internal process by means of which thinking. Gagne mengemukakan delapan fase dalam satu tindakan belajar. Fase-fase itu merupakan kejadian-kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru. Setiap fase dipasangkan dengan suatu proses yang terjadi dalam pikiran siswa. Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:
1. Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
3. Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
4. Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
5. Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
6. Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
7. Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
8. Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.bagaimana penyelesaian dari kesulitan tersebut
BalasHapusApa yang menyebabkan suatu informasi tidak dapat masuk dalam memori jangka panjang?
BalasHapusbagaimana suatu informasi dapat menjadi ingatan jangka panjang? lalu apa yang harus dilakukan agar setiap informasi yang diterima dapat menjadi ingatan jangka panjang? jelaskan!
BalasHapussedikit menambahkan,
BalasHapusRobert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)
Gagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
e. Sikap.
Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).
Mengapa desain pesan yang berbeda pada multimedia instruksional mempengaruhi kualitas performansi?
BalasHapusfaktor apa yang mempengaruhi informasi hanya masuk sampai tahap short term memory dan tidak sampai pada tahap penyimpanan long term memory?
BalasHapusManfaat teori pemrosesan informasi antara lain:
BalasHapus1.Membantu terjadinya proses pembelajaran sehungga individu mampu beradaptasi pada lingkungan yang selalu berubah
2.Menjadikan strategi pembelajaran dengan menggunakan cara berpikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol
3.Kapasilitas belajar dapat disajikan secara lengkap
4.Prinsip perbedaan individual terlayani.
Hambatan teori pemrosesan informasi antara lain:
1.Tidak semua individu mampu melatih memori secara maksimal
2.Proses internal yang tidak dapat diamati secara langsung
3.Tingkat kesulitan mengungkap kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan
4.Kemampuan otak tiap individu tidak sama.
apa yang ditibulkan jika memori jangka panjang terlalu digunakan ? apakah adadampak negatif yang diberikn dan bagaiaman mengatasinya ?
BalasHapusmedia yang seperti apakah yang dapat membantu pemprosesan pembelajaran kimia?
BalasHapusaya ingin bertanya bagaimana Implikasi dari teori pemrosesan informasi yang memandang belajar adalah pengkodean informasi ke dalam memori manusia. Sebutkan contohnya.
BalasHapusBerikan contoh media yang baik, memenuhi prinsip2 media dan dapat mempermudah perosesan informasi peserta didik sehingga masuk ke memori jangka panjang?
BalasHapusmungkin contohnya seperti mengingat2 kembali materi lalu , jadi materinya akan dipanggil2 terus dan masuk ke long memory
HapusBagaimana caranya agar kita mudah mengakses atau menggali informasi yang tersimpan dimemori jangka panjang?
BalasHapusPerhatian sangat penting, oleh karena itu selalu upayakan agar siswa anda benar-benar
BalasHapusmemperhatikan pelajaran. Bagaimana cara menarik perhatian siswa agar mau memperhatikan saat proses pembelajaran?