Sebagian besar lembaga pendidikan di perkotaan sudah
menerapkan sistem pembelajaran ICT (Information, Comunication and Technology).
Akan tetapi dengan berkembangnya ICT memunculkan berbagai pembelajaran secara online
atau web-school atau cyber-school yang menggunakan fasilitas internet
mengundang banyak istilah dalam pembelajaran. Banyak definisi
tentang
pembelajaran yang menggunakan internet, seperti, online learning, distance
learning, web-based learning, e-learning (Luik, 2010).
Hal tersebut banyak membuat orang menjadi
bingung dengan istilah-isitlah tersebut, akan tetapi Tsai dan Machado
(2010) memberikan definisi berdasarkan pendekatan terminologi, “Our
approach to defining these terms involves two complementary methods. The
terminology is analyzed based on the individual meaning of the constituting
terms, and the meaning of related concepts.” Berdasarkan hal
tersebut, maka mereka memberikan definisi untuk masing-masing istilah di
atas sebagai berikut:
1. e-learning
,sebagian
besar berkaiatan dengan kegiatan yang melibatkan komputer dan jaringan
interaktif secara bersamaan. Artinya, komputer tidak perlu menjadi
elemen pusat dalam kegiatan atau menyediakan isi pembelajaran, tetapi computer
dan jaringan harus memegang keterlibatan besar dalam kegiatan pembelajaran;
2. Online
learning, dihubungkan dengan konten yang siap diakses pada
komputer. Konten tersebut mungkin di Web atau internet, atau hanya diinstal
pada CD-ROM atau hard disk computer;
3. Distance learning, melibatkan interaksi
pada jarak jauh antara instruktur dan peserta didik, dan memungkinkan reaksi
instruktur tepat waktu pada peserta didik. Dengan cukup memposting atau
menyiarkan materi pembelajaran untuk peserta didik bukan merupakan pembelajaran
jarak jauh. Instruktur harus terlibat dalam menerima umpan balik dari peserta
didik; dan
4. web-based
learning, dihubungkan dengan materi pembelajaran yang
disampaikan dalam Web browser, termasuk ketika materi dikemas dalam CD-ROM atau
media lain
(Munawar, 2011: 3-4).
Hujair AH. Sanaky (2009: 205) berpendapat bahwa
terdapat banyak manfaat dan dampak yang diperoleh dari pembelajaran melalui e-learning
apabila diaplikasikan di dalam lembaga pendidikan termasuk juga di perguruan
tinggi, yaitu sebagai berikut:
1. Perubahan
budaya belajar dan peningkatan mutu pembelajaran peserta didik dan dosen.
2. Perubahan
pertemuan pembelajaran yang tidak terfokus pada pertemuan (tatap muka) di kelas
dan pertemuan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu melalui fasilitas e-learning.
3. Tersedianya
materi pembelajaran di media elektronik melalui website e-learning yang
mudah diakses dan dikembangkan oleh peserta didik dan mungkin juga masyarakat.
4. Pengayaan
materi pembelajaran sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan
dan kemajuan teknologi.
5. Menciptakan
kompetitive positioning dan meningkatkan brand image.
6. Meningkatkan
kualitas pembelajaran dan kepuasan peserta didik serta kualitas pelayanan.
7. Interaktivitas
peserta didik meningkat, karena tidak ada batasan waktu untuk belajar.
8. Peserta
didik menjadi lebih bertanggung jawab akan kesuksesannya (learner oriented).
Untuk mempermudah penggunaan e-learning,
pembelajaran yang menggunakan e-learning difasilitasi secara online maupun
offline. Untuk memfasilitasi e-learning dengan bantuan koneksi
internet, dalam beberapa tahun terakhir, telah dikembangkan banyak aplikasi
yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran. Aplikasi ini sering disebut
dengan
Learning
Management System (LMS). LMS ini mengintegrasikan banyak fungsi
yang mendukung proses pembelajaran seperti memfasilitasi berbagai macam bentuk
materi instruksional (teks, audio dan video), e-mail, chat, diskusi online,
forum kuis dan penugasan. Beberapa contoh LMS adalah Moodle, WebCT, Blackboard, Macromedia
Breeze, dan Fronter. LMS sudah banyak diadopsi oleh banyak lembaga
pendidikan di dunia.
Selain itu, pemanfaatan dan penggunaan e-learning
akan berhasil jika pengembangannya menggunakan pendekatan yang bisa
menghasilkan produk e-learning yang berkualitas. Salah satu pendekatan
perkembangan e-learning yang biasa digunakan oleh para pengembang adalah
perspektif Alessi&Trollip. Nama panjang Alessi adalah Stephen M. Alessi.
Dia dosen di
Universitas
Lowa Amerika Serikat. Sedangkan nama panjang Trollip adalah Stanley R. Trollip.
Dia dosen di Universitas Capella Amerika Serikat. Karya terkenal mereka dan
banyak digunakan di perguruan tinggi di Indonesia terutama di Fakultas
Teknologi Pembelajaran atau Pendidikan salah satunya adalalh Multimedia For
Learning: Methods and Development
Pembelajaran dengan e-learning memungkinkan
peserta didik belajar secara individual, kolaboratif, aktif, konstruktif,
kontekstual, reflektif, multisensory, serta mengasah berpikir
tingkat
tinggi, baik melalui aplikasi internet maupun intranet. Sedangkan
prinsip-prinsip e-learning, Prakoso (2005:6-8) membaginya menjadi enam
prinsip, yaitu:
1. Pusat
kegiatan peserta didik;
2. Interaksi
dalam group;
3. Sistem
administrasi siswa;
4. Evaluasi;
5. Perpustakan
digital; dan
6. Materi
online.
Untuk mengidentifikasi apakah keenam prinsip
tersebut telah terakomodasi dalam e-learning, (Clark, 2002: 1)
menyarankan agar pengembang memperhatikan kebutuhan pengguna dan opini ahli
(media maupun materi), dan banyak data dari berbagai sumber yang relevan.
Ditegaskannya
pula, bahwa tidak seperti dalam pembelajaran di kelas, keberhasilan e-learning
ditentukan oleh derajat kejelasannya (visibility) ketika dinikmati
oleh pengguna diberbagai tempat. Visbility ini menyangkut aspek
multimedia: warna layar, keakuratan antara isi dengan jenis latihan, serta
detail-detailnya sehingga e-learning siap digunakan.
Pengembangan e-learning tidak
jauh berbeda dengan pengembangan media pembelajaran lainnya, yaitu merujuk
salah satu teori pengembangan. Beberapa teori pengembangan Multi Media
Interaktif (MMI) diperkenalkan oleh Robert Philips, Kemo, Leisly, Borg&Gall
dan Alessi&Trollip. R&D merupakan metode pengembangan dan validasi
suatu produk pendidikan, berupa penelitian analisis kebutuhan akan suatu
produk, kemudian mengembangkannya, mengevaluasi produk melalui uji alpha
(validasi ahli media dan ahli materi) dan uji beta (mahasiwa), dan tahap
terakhir yaitu uji coba produk. Tiga atribut pengembangan
berdasarkan model Alessi&Trollip dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Standard
merupakan
langkah awal atau pondasi dari sebuah proyek penelitian. Di dalamnya
didefinisikan kualitas proyek yang direncanakan, sedangkan poin-poin diperhitungkan
untuk menentukan kualitas dalam fase perencanaan (planning). Untuk melihat
standar kualitas yang diinginkan dalam pengembangan produk ini, maka langkah
yang dilakukan yaitu menentukan bidang/ruang lingkup batasan,
mengidentifikasikan karakteristik pembelajar, menetapkan hambatan,
mamperkirakan biaya, membuat dokumen perencanaan, memproduksi sebuah buku
pedoman, menentukan dan mengumpulkan sumber-sumber, melakukan brainstroming,
menetapkan rencana tampilan
2. Ongoing
evaluation yaitu evaluasi berkelanjutan dari tahap
awal hingga akhir kegiatan dengan mengacu kepada standar yang telah ditetapkan
sebelumnya. Semua komponen dalam proyek harus diuji, dievaluasi, dan jika perlu direvisi sebelum
produk diimplementasikan. Di dalam proses ongoing evaluation ini,
peneliti melibatkan ahli media (pengevaluasi media, ahli materi (pengevaluasi
materi), peserta didik dengan kelompok kecil dan besar (menguji coba dan
mengevaluasi produk).
3. Project
management yaitu berkaitan dengan pengaturan
sumbersumber seperti uang, waktu, materi dan lain-lain. Bagian dari proses ini
adalah perencanaan di awal proyek seperti pembuatan matriks kerja, monitoring
kemajuan yang dicapai.
Sebelum memutuskan untuk mengikuti
kegiatan pembelajaran melalui e-learning, maka satu hal yang perlu
ditentukan terlebih dahulu adalah apa yang menjadi tujuan belajar yang akan
kita capai. Berdasarkan inilah kita akan dapat memilih topik, bahan-bahan
belajar, lama belajar, biaya, dan sarana atau media pembelajaran yang sesuai
(dalam hal ini yang difokuskan adalah media pembelajaran elektronik). Tujuan
ini hendaknya bersifat spesifik dan terukur.
1.
Peserta didik, cara belajar dengan e-learning memberikan
peluang untuk menjadi peserta didik yang bersifat independen. Jadi, untuk
mendapatkan manfaat yang optimal dari e-learning, kita hendaknya
merasa senang dan termotivasi untuk belajar secara independen dan mengembangkan
sikap positif terhadap kegiatan pembelajaran dan perluasan wawasan. Artinya,
kita memliki motivasi untuk menguasai topik pelajaran, memperlakukan kegiatan
belajar bukan sebagai beban tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas
diri, dan mampu menerapkan disiplin dalam kegiatan belajar.
2.
Dukungan, cara belajar melalui e-learning akan
lebih mudah jika mendapat dukungan dari orang-orang yang terkait dengan peserta
didik. Dengan dukungan dari berbagai pihak, semangat belajar yang terkadang
turun dapat tetap dipertahankan, bahkan dipacu lebih tinggi.
3.
Media lain, e-learning hanyalah sebuah alat atau
wahana yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Alat atau wahana ini
jika digunakan bersama alat-alat lainnya akan mempercepat dan mempermudah
pencapaian tujuan. Dengan demikian, e-learning tidak harus
sepenuhnya digunakan secara murni, tetapi bisa diintegrasikan dengan penggunaan
media lain sehingga saling menunjang meraih tujuan si pembelajar.
Perkembangan teknologi e-learning telah
memberikan nuansa baru di dalam pendidikan kita. Jika waktu-waktu sebelumnya,
secara konvensional guru melakukan proses pembelajaran dengan menghimpun siswa
pada tempat atau ruangan tertentu secara bersamaan, kondisi tersebut kini telah
diperkaya dengan berkembangnya perkembangan melalui jasa teknologi yang tidak
lagi selalu mengharuskan peserta didik berkumpul secara bersamaan dan dibatasi
oleh waktu dan tempat.
Kebutuhan akan adanya e-learning secara
global akan selalu meningkat dari tahun ketahun karena e-learning dijadikan
sebagai media alternatif dalam melaksanaklan pendidikan dan juga sebagai alat
untuk mencapai pembentukan kompetensi yang kompetetif dalam dunia pendididikan,
khususnya pendidikan sains. Munculnya e-learning berdampak
besar pada dunia pendidikan. Pihak-pihak yang paling berperan utama dalam dunia
pendidikan pun tidak luput dari dampak e-learning tersebut.
Para pelajar merasakan sensasi belajar yang benar-benar berbeda dibandingkan
kelas konvensional. Akses mereka terhadap informasi juga meningkat dengan
drastis. Selain itu, para pelajar juga dapat memilih sendiri cara belajar yang
dirasa paling cocok dengan kepribadian mereka ketika mengikuti kelas e-learning.
E-Learning sebagai
sebuah wacana baru dirasakan lebih sesuai untuk peserta didik dengan
karakteristik diatas, keterbatasan waktu keterbatasan tempat belajar,
keterpisahan jarak secara geografis, dan keinginan peserta didik untuk belajar
ditempatnya sendiri. Hal ini akan terpenuhi jika metode yang adalah e-Learning.
Dengan demikian, e-learning telah memperbesar kesempatan bagi
individu untuk mendapatkan pendidikan yang diinginkannya sekaligus mempercepat
terciptanya masyarakat yang yang berpengetahuan (knowledge-society).
Pengembangan penggunaan metode e-learning perlu
dirancang secara cermat sesuai tujuan yang diinginkan. Jika kita setuju
bahwa e-learning di dalamnya juga termasuk pembelajaran
berbasis internet, perlu dipertimbangkan dalam pengembangan e-learning.
Ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet,
yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course.
1. Web course adalah
penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan
pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh
bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan
pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain
model ini menggunakan sistem jarak jauh.
2. Web
centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara
belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan
melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling
melengkapi. Dalam model ini pengajar dapat memberikan petunjuk pada siswa untuk
mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya.
Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang
relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi
tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut.
3. Model web
enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang
peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas.
Tidak ada
satupun model pembelajaran yang sempurna. Seperti halnya e-learning juga
mempunyai kelebihan dan kekurangan di dalam penerapannya. Kelebihan dari e-learning antara
lain:
1.
Mengurangi
biaya, walaupun pada awal pemasangan infrastruktur e-learning yaitu
jaringan internet agak mahal, tetapi selanjutnya akan mengurangi biaya
akomodasi karena informasi didapatkan dari berbagai tempat tanpa harus datang
ketempat tersebut.
2.
Pesan/
isi e-learning dapat tetap (konsisten), dan juga dapat
disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
3.
Materi
pembelajaran lebih up to date dan dapat diandalkan. E-learning yang
berbasis internet (web) dapat memperbaharui materi secara cepat,
sehingga membuat informasi lebih akurat dan berguna untuk jangka waktu tertentu.
4.
Pembelajaran
24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Pendidik dan peserta didik dapat
mengakses kapan saja dan dimana saja.
5.
Universal,
setiap orang dapat melihat atau menerima materi yang sama dan dengan cara yang
sama.
6.
Membangun
komunitas, e-learning memungkinkan peserta didik maupun
pendidik membangun sebuah komunitas yang berkelanjutan, untuk saling berbagi
pengetahuan selama dan setelah pembelajaran.
7.
Daya
tampung yang besar, e-learning tidak hanya dapat menampung 10
sampai 100 partisipan, tetapi juga dapat menampung ribuan partisipan.
Kelemahan dari e-learning lebih banyak
dipengaruhi oleh faktor peserta didik dan pendidik. Kelemahan e-learning yang
dirasakan oleh pendidik umumnya adalah memerlukan waktu yang banyak untuk
mempersiapkan materi pembelajaran serta memperbaharui materi pembelajaran yang
telah disajikan di dalam media elektronik. Adapun kelemahan e-learning dipandang
dari segi peserta didik antara lain:
1.
Merasa
kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi
fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully
online e-learning format.
2.
Keterampilan
menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan
peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat
mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
3.
Peserta
didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan
sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
4.
Ada
beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari
tanpa bimbingan pendidik.
5.
Adanya
permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya
peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learnin
DAFTAR
PUSTAKA
Anam,
Nurul. Pengembangan Pembelajaran Berbasis E-Learning Perspektif Alessi&Trollip.
http://ejournal.kopertais4.or.id/index.php/qodiri/article/view/1570/1149
Clark,
R. (2002). Six Principles of effective e-learning: what work and why. The
e-learning
guild's learning solutions (e -Magazine).
Eka
Prastya dan Didi Achjari. (2008). Pemanfaatan internet sebagai sarana
pendukung
pendidikan di perguruan tinggi.
Jurnal: Akuntasi dan Teknologi Informasi, Vol. 7, No. 1
Ekwensi,
F., Moranski, J. & Townsend-Sweet, M. (2006). E-learning concepts and
techniques:
(ch. 5th, instructional strategies for e-learning).
http//www.iit.bloomu.edu/spring2006:e-Book_files/chapter5.htm.
Silahudin.
(2015). Penerapan E-LEARNING dalam Inovasi Pendidikan. Jurnal Ilmiah CIRCUIT
Vol. 1 No. 1 Juli 2015.
Munawar,
Duli Muhlis, Penerapan Model Blended Learning Untuk Meningkatkan Motivasi
dan
Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika
di SMA Cakra Buana Depok, Proposal
Tesis Universitas Pendidikan
Indonesia Tahun 2011.
bisakah anda memberikan contoh dari pernyataan berikut : Menciptakan kompetitive positioning dan meningkatkan brand image.
BalasHapusDapatkah anda menjelaskan mengenai " Distance learning" ?
BalasHapusDistance learning, melibatkan interaksi pada jarak jauh antara instruktur dan peserta didik, dan memungkinkan reaksi instruktur tepat waktu pada peserta didik. Dengan cukup memposting atau menyiarkan materi pembelajaran untuk peserta didik bukan merupakan pembelajaran jarak jauh. Instruktur harus terlibat dalam menerima umpan balik dari peserta didik
Hapusadakah dampak yang ditimbulkan bagi peserta didik dalam e-leaning ?
BalasHapus1. Lebih mudah dilakukan pembelajaran dimana saja tetapi pastinya dengan akses internet yang lancar.
Hapus2. murid akan lebih tertarik tetapi tidak menutup kemungkinan murid tidak tertarik
apa saja masalah yang dapat terjadi di e-learning ?
BalasHapusakses internet yang paling penting, jika tidak ada maka tidak dapat berjalan dengan baik.
Hapusmenurut anda apakah pembelajaran e-learning ini selalu memiliki dampak yang baik? jika tidak berarti ada dampak negatifnya bukan, coba berikan apa dampak negatifnya?
BalasHapusMerasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully online e-learning format.
Hapus2. Keterampilan menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
3. Peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
4. Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.
5. Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning
Apa saja komponen dan strategi pembelajaran pengembangan model pembelajaran berbasis web??
BalasHapusPerubahan budaya belajar dan peningkatan mutu pembelajaran peserta didik dan dosen.
Hapus2. Perubahan pertemuan pembelajaran yang tidak terfokus pada pertemuan (tatap muka) di kelas dan pertemuan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu melalui fasilitas e-learning.
3. Tersedianya materi pembelajaran di media elektronik melalui website e-learning yang mudah diakses dan dikembangkan oleh peserta didik dan mungkin juga masyarakat.
4. Pengayaan materi pembelajaran sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.
5. Menciptakan kompetitive positioning dan meningkatkan brand image.
6. Meningkatkan kualitas pembelajaran dan kepuasan peserta didik serta kualitas pelayanan.
7. Interaktivitas peserta didik meningkat, karena tidak ada batasan waktu untuk belajar.
8. Peserta didik menjadi lebih bertanggung jawab akan kesuksesannya (learner oriented).
Apa saja kendala yang sering muncul dalam pengembangan e-learning dalam pembelajaran?
BalasHapusAkses internet, karena kan tidak selalu akses internet berjalan dengan lancar sehingga dapat dikatakan merupakan komponen utama elearning
Hapusmenurut anda apakah pembelajran e-learning sudah efektif digunakan saat ini?
BalasHapussudah namun pada tempat-tempat yang tidak memiliki akses internet yang maka elearning tidak dapat berjalan efektif
Hapusapakah e-learning dapat diterapkan pada semua materi pelajaran?
BalasHapustidak semua pembelajaran efektif dalam menggunakan media komputer. Banyak pembelajaran yang lebih efektif bila dilakukan secara kooperatif atau pun kolaboratif. Pada dasarnya E learning menggunakan meedia komputer untuk menyampaikan pembelajaran sedangkan salah satu teori belajar yaitu teori humanistik adalah memanusiakan manusia dan E learning kurang memanusiakan manusia.
HapusBagaimana cara menanggulangi dari dampak yang diperoleh dari pembelajaran melalui e-learning?
BalasHapusApa saja kekurangan dari eleraning dalam pandang siswanya?
BalasHapus" Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh." apakah sistem pembelajaran dengan menggunakan web course sdh diakui dan diizinkan oleh lembaga pendidikan indonesia?
BalasHapusBeberapa kelemahan dari pembelajaran melaui e learning diantaranya :
BalasHapus1. Kurangnya pemahaman guru terhadap kualitas murid dan kepribadian mereka karena jarangnya bertatap muka secara langsung.
2. Siswa kurang mendapatkan motivasi untuk belajar karena instruktur (Guru) tidak mengetahui secara persis apa permintaan, ketertarikan dan motivasi siswa.
3. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer).
4. Proses pembelajaran lebih cenderung ke arah pengajaran saja (transfer knowledge) daripada pendidikan.
5. Para guru juga dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology), selain penguasaan teknik pembelajaran konvensional tentunya.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut maka guru juga harus mengadakan pembelajaran tatap muka.karena pembelajaran e- learning ini bukan berarti tidak ada tatap muka Disitulah peran seorang guru dimainkan yang mana guru memberikan motivasi kepada siswa menanamkan pendidikan karakter kepada siswa dan dengan adanya pertemuan maka guru juga bisa memantau tingkah laku siswa itu sendiri. Dan untuk fasilitas mungkin cukup sulit diatasi karena faktor ekonomi yang berbeda akan tetapi pembelajaran e learning di tingkat siswa ini biasanya diadakan jika memang fasilitasnya cukup. Saat ini bagi siswa yang tidak mempunyai fasilitas internet dirumah mungkin bisa dengan ke warnet. Lalu untuk mengatasi kekurangan yang terakhir guru bisa memanfaat teknologi internet yang sudah canggih. Dari situ ataupun dari buku guru bisa mendapatkan informasi sehingga dapat lebih menguasai teknik pembelajaran e- learning ini
“Our approach to defining these terms involves two complementary methods. The terminology is analyzed based on the individual meaning of the constituting terms, and the meaning of related concepts.” bisa anda jelaskan inti dari pernyataan ini ? dan bagiaman siswa dan konsep relasi mempengaruhinya ?
BalasHapusKelemahan dari e-learning lebih banyak dipengaruhi oleh faktor peserta didik dan pendidik. Kelemahan e-learning yang dirasakan oleh pendidik umumnya adalah memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan materi pembelajaran serta memperbaharui materi pembelajaran yang telah disajikan di dalam media elektronik. adakah cara anda dalam menyelesaikan masalah ini?
BalasHapusApakah seluruh materi kimia dapat dijelaskan dengan baik dan tersampaikan dengan baik kepada peerta didik jika dijelaskan melalui e-learning?
BalasHapusMenciptakan kompetitive positioning dan meningkatkan brand image, mohon dijelaskan.
BalasHapusPengayaan materi pembelajaran sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.apakah e learning mengalami hal ini?
BalasHapusmenurut anda apakah pembelajaran e-learning ini selalu memiliki dampak yang baik? jika tidak berarti ada dampak negatifnya bukan, coba berikan apa dampak negatifnya?
BalasHapus