1.
Pengertian Media
Pembelajaran
Menggunakan media dalam proses pembelajaran harus
didasarkan filosofi atau alasan teoritis yang benar. Istilah media yang
merupakan bentuk jamak dari medium secara harfiah berarti perantara atau
pengantar. Media dikatakan pula sebagai segala bentuk dan saluran yang
digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Kata segala memberi makna
bahwa yang disebut media tidak terbatas pada jenis media yang dirancang secara
khusus untuk mencapai tujuan tertentu, akan tetapi juga yang keberadaannya
dapat dimanfaatkan untuk memperjelas atau mempermudah pemahaman siswa terhadap
materi atau pesan tertentu. Jadi apapun bentuknya apabila dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dapat disebut media.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan atau
disediakan oleh guru dimana penggunaannya diintegrasikan kedalam tujuan
dan isi pembelajaran, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas kegiatan
pembelajaran serta mencapai kompetensi pembelajarannya. Selain itu media
dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan
untuk menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada anak didik yang bertujuan
agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, dan perhatian anak didik
mengikuti kegiatan pembelajaran.
Media pembelajaran itu terdiri atas dua unsur penting, yaitu
unsur peralatan atau perangkat keras (hardware)
dan unsur pesan dibawanya ( message/software ). Unsur pesan (software)
adalah informasi atau bahan ajar dalam tema/topik tertentu yang akan disampaikan
atau dipelajari anak, sedangkan unsur perangkat keras (hardware) adalah sarana
atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan pesan tersebut. Dengan
demikian, sesuatu baru bisa dikatakan media pembelajaran jika sudah
memenuhi dua unsur tersebut.
1.
Landasan
Teori Media Pembelajaran
Telah dikaji pada bagian sebelumnya bahwa agar interaksi
belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien perlu digunakan media yang
tepat. Ketepatan yang dimaksud tergantung pada tujuan pembelajaran, pesan (isi)
pembelajaran dan karakteristik siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Pada bagian ini akan dikaji lebih dalam mengapa butir-butir ini yang dijadikan
kriteria dalam menetapkan ketepatan penggunaan suatu media pembelajaran. Dalam
konteks ini, kita akan menggunakan 4 sudut tinjauan, yaitu: tinjauan
psikologis, teknologis, empirik, dan filosofis.
a.
Landasan
Psikologis
Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah
mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinum konkrit-abstrak
dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa
pendapat. Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses
pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran
atau film (iconic representation of experiment )
kemudian ke belajar dengan simbol, yaitu menggunakan kata-kata ( symbolic
representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk
anak tetapi juga untuk orang dewasa. Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan
bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam
proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang
paling nyata ke yang paling abstrak. Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang
konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman
nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke
siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan
terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbol.
b.
Landasan
Teknologi
Teknologi bekerja mulai dari pengembangan dan pengujian
teori-teori tentang berbagai media pembelajaran melalui penelitian ilmiah,
dilanjutkan dengan pengembangan desainnya, produksi, evaluasi dan memilih media
yang telah diproduksi, pembuatan katalog untuk memudahkan layanan
penggunaannya, mengembangkan prosedur penggunannya dan akhirnya
menggunakannya baik pada tingkat kelas maupun pada tingkat yang lebih luas lagi
(diseminasi). Semua kegiatan ini dilakukan oleh para teknolog dengan berpijak pada
prinsip bahwa suatu media hanya memiliki keunggulan dari media lainnya
bila digunakan oleh siswa yang memiliki karakteristik sesuai dengan rangsangan
yang ditimbulkan oleh media pembelajaran itu. Dengan demikian, proses belajar
setiap siswa akan amat dimudahkan dengan hadirnya media pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristiknya.
Jadi, dalam kaitannya dengan teknologi, media pembelajaran
merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur,
ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara
pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah
dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk:
kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi
disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga
menjadi sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen tersebut
meliputi pesan, orang,bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
c.
Landasan
Empirik.
Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi
anatara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa
dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, bahwa siswa akan mendapat
keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai
dengan karakteristiknya. Siswa yang memiliki gaya belajar visual akan lebih
mendapatkan keuntungan dari menggunakan media visual, seperti film, video,
gambar atau diagram. Sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar auditif lebih
mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran auditif, seperti
rekaman suara , radio atau ceramah dari guru/ pengajar. Akan lebih tepat dan
menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media
audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan
media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi
harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik
materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri. Atas dasar ini, maka
prinsip penyesuaian jenis media yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran
dengan karakteristik individual siswa menjadi semakin mantap. Pemilihan dan
penggunaan media hendaknya jangan didasarkan pada kesukaan atau
kesenanangan pengajar, tetapi dilandaskan pada kecocokan media itu dengan
karakteristik siswa, disamping kriteria lain yang telah disebutkan sebelumnya.
d.
Landasan
filosofis.
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbaga jenis
media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran
yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran
akan terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya
berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan
untuk digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan
kata lain, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk
menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan
kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting
bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru
menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,
motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka
baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran
yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis. Dengan memperhatikan
kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode
pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping
itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu,
dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan
proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal
agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Untuk maksud
tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik
perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan
pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.
DAFTAR
PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/209109909/BUKU-AJAR-MEDIA-PEMBELAJARAN-pdf
Diakses pada 28 Januari 2017.
Ibrahim,
H. 1997. Media pembelajaran: Arti, fungsi, landasan pengunaan, klasifikasi,
pemilihan, karakteristik oht, opaque, filmstrip, slide, film, video, Tv,
dan penulisan naskah slide. Bahan sajian program pendidikan akta mengajar
III-IV.FIP-IKIP Malang.
Sadiman,
A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya.
Jakarta: Cv. Rajawali.
Sudono,
Anggani. 2004. Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk Pendidikan Usia Dini.
Jakarta : Grasindo.