11. Menurut cognitive theory of multimedia
learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu
multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan
contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran kimia.
JJawab :
tiga
asumsi yang mendasari teori kogitif tentang multimedia learning, yakni: dual-channel
(saluran ganda), limited-capacity (kapasitas terbatas), dan active-processing
(pemrosesan-aktif). Asumsi-asumsi dirangkum dalam figur berikut :
|
Asumsi
|
Deskripsi
|
Kutipan terkait
|
|
Saluran-ganda
|
Menusia memiliki saluran terpisah
untuk memproses informasi visual dan informasi auditori
|
Paivio, 1968; Baddeley, 1992
|
|
Kapasitas-terbatas
|
Manusia punya keterbatasan dalam
jumlah informasi yang bisa mereka proses dalam masing-masing saluran pada
waktu yang sama
|
Baddeley, 1992;Chandler &
Sweller, 1991
|
|
Pemrosesan-aktif
|
Manusia melakukan pembelajaran
aktif dengan memilih informasi masuk yang relevan, mengorganisasikan
informasi-informasi itu ke dalam representasi mental yang koheren, dan
memadukan representasi mental itu dengan pengetahuan lain
|
Mayer, 1999; Wittrock, 1989
|
Teori kognitif merupakan salah satu teori yang paling mendasari
penggunaanya dalam proses pembelajaran dari pada teori Behavioristik dan
Konstruktifistik. Teori kognitif lebih mementingkan proses belajarnya
atau proses menuju pemahaman mengenai sesuatu hal. Berbeda jauh dengan
teori Behavioristik yang lebih mementingkan hasilnya. Para pakar teori
kognitif seperti Piaget, Bruner, dan Ausubel memberikan makna tersendiri
tentang teori kognitif. Menurut Piaget kegiatan belajar terjadi
seturut dengan pola tahap-tahap perkembangan tertentu dan umur
seseorang, serta melalu proses asimilasi, akomodasi dan equilibrasi.
tiga asumsi yang mendasari teori kogitif tentang multimedia learning,
yakni: dual-channel (saluran ganda), limited-capacity (kapasitas
terbatas), dan active-processing (pemrosesan-aktif).
Oleh karena karya sentral multimedia learning berlangsung dalam memori kerja atau working memory. Memori kerja digunakan untuk penyimpanan sementara dan memanipulasi pengetahuan dalam kesadaran pikiran aktif. Sejalan dengan asumsi kapasitas terbatas, memori kerja memang terbatas dalam proses jumlah pengetahuan dalam suatu waktu tertentu. Jadi, hanya sejumlah citra yang bisa ditampung di saluran visual dalam memori kerja pada suatu waktu. Hanya sejumlah kecil suara yang bisa ditampung di saluran auditori dalam memori kerja pada suatu waktu.
Oleh karena karya sentral multimedia learning berlangsung dalam memori kerja atau working memory. Memori kerja digunakan untuk penyimpanan sementara dan memanipulasi pengetahuan dalam kesadaran pikiran aktif. Sejalan dengan asumsi kapasitas terbatas, memori kerja memang terbatas dalam proses jumlah pengetahuan dalam suatu waktu tertentu. Jadi, hanya sejumlah citra yang bisa ditampung di saluran visual dalam memori kerja pada suatu waktu. Hanya sejumlah kecil suara yang bisa ditampung di saluran auditori dalam memori kerja pada suatu waktu.
1. Asumsi Saluran-ganda
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption) beranggapan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.
2. Asumsi Kapasitas-terbatas
Manusia bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah, dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak. Semua informasi yang masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.
Asumsi saluran-ganda (dual-channel assumption) beranggapan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Manusia memahami suatu informasi yang didapat melalui citra auditori dan citra pictorial. Pemahaman yang diproses melalui kedua saluran tersebut dan mempresentasikan serta menyimpannya dalam memori jangka panjang.
2. Asumsi Kapasitas-terbatas
Manusia bukan mesin atan super komputer, semua inforamasi yang diperoleh akan diolah, dipadukan, dan diintegrasikan dengan kapasitas otak. Semua informasi yang masuk tidak bisa diolah dan disimpan secara langsung ke otak. Beberapa dari informasi akan diolah menjadi sesuatu yang padu dan dapat dipahami.
3. Asumsi Pemrosesan aktif
Manusia secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka. Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat diputar olah kapan saja.
Manusia secara aktif melibatkan dirinya dalam pemrosesan aktif untuk mengkonsstruksi representasi mental yang saling terkait terhadap pengalaman mereka. Proses kogitif aktif ini meliputi: memberikan perhatian, menata informasi yang masuk dengan pengetahuan lainnya. Pendeknya, manusia adalah prosesor aktif yang menalar dan memasukakalkan setiap informasi yang ada. Manusia bukan prosesor pasif yang hanya menerima merekam sesuatu dan menyimapnnya di memori dan dapat diputar olah kapan saja.
contoh media yang relevan dalam pembelajaran kimia adalah powerpoint ataupun video pembelajaran. dimana dalam menentukan media apa yamg tepat juga disesuaikan dengan materi yang hendak disampaikan. diperhatikan juga karakteristik semua peserta didik dan ketersediaan alat, bahan dan teknologi yang mendukung. misalnya dalam materi struktur atom, media yang dapat digunakan adalah penampilan power point gambar struktur atom dimana dalam menerapkannya diperhatikan juga mengenai prinsip dasar multimedia dan teori pemrosesan informasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran kimia.!
jawab :
Teori dual coding yang dikemukakan
Allan Paivio menyatakan bahwa informasi yang
diterima seseorang diproses melalui salah satu dari dua channel, yaitu channel verbal seperti teks dan suara, dan channel visual (nonverbal image) seperti diagram, gambar, dan animasi. Kedua channel ini
dapat berfungsi baik secara independen, secara paralel, atau juga
secara terpadu bersamaan. Kedua channel informasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Channel verbal memroses informasi secara berurutan sedangkan channel nonverbal memroses informasi secara bersamaan (sinkron) atau paralel.
Teori dual coding
mengidentifikasi tiga cara pemrosesan informasi, yaitu:
(a) pengaktifan langsung representasi verbal
atau piktorial,
(b) pengaktifan representasi verbal oleh
piktorial atau sebaliknya
(c) pengaktifan secara bersama-sama
representasi verbal dan piktorial.
Mayer
(2003) mengintegrasikan teori dual coding ini ke dalam model SOI (Selecting
Organizing Integrating) dalam pemrosesan informasi. Hal terpenting yang dinyatakan oleh
teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas memori kerja, visual maupun auditori,
seharusnya menjadi pokok pikiran ketika
seseorang hendak mendesain atau menyiapkan sesuatu multimedia pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar